Kami baru saja pindah ke rumah baru. Meski rumahnya tidak seberapa luas, tapi sangat nyaman untuk kami tinggali. karena lebih luas dari rumah yang kami tinggali sebelumnya.
Sebelumnya kami tinggal di sebuah rumah kontrakan yang sangat sempit. Di mana ruang makan, ruang dapur, ruang tamu jadi satu, kecuali toilet yang agak terpisah. Di tempat tidur kami makan, di ruang dapur kami tidur, diruang tamu kami biasa pakai untuk membuat bahan-bahan makanan. Itulah rumah kami yang sangat sempit. Tinggal jauh dari orang tua memang harus kuat menghadapi hidup.
Kini kami tinggal di sebuah rumah yang lebih luas dari rumah kami yang dulu. Kami bias tidur di kamar tidur, masak di dapur dan ruang tamu khusus tamu meski kalau malam kami gunakan untuk tidur juga. Rumahnya tidak seberapa luas, hanya saja semua ruangan bisa kami gunakan seperti fungsinya.
Aku jadi ingat pengalaman tinggal di rumah kami yang lama. Malam itu, hujan turun dengan sangat lebat. Saat itu, ada aku, nenek, dan kedua adikku. Dalam lelapnya tidur, aku terbangun. Aku merasa air menyentuh kakiku. Dingin sekali, sampai aku berpikir apakah ada banjir? Setelah sadar ternyata air berasal dari pintu rumah kami. Hujan yang mengenai pintu merembes masuk ke dalam rumah. Wah…banjir lokal.
Kami semua terbangun, termasuk nenek. Semua jadi basah termasuk alas yang kami tiduri. Malam-malam begini, kami tidak tau harus berbuat apa. Hanya berdoa semoga hujan cepat berhenti dan pagi segera datang.
Dengan sangat terpaksa kami mengetuk pintu sebelah rumah dengan maksud ingin menumpang untuk istirahat. Mengingat kami sudah tidak mungkin lagi istirahat di rumah kami yang tergenang air.
Sungguh pengalaman yang sangat tak bisa aku lupakan. Aku dan adik-adik selalu tertawa bila mengingat kejadian itu.
Kini kami sudah punya rumah lebih baik dari rumah itu. Kami bisa tidur dengan lelap tanpa harus bangun tengah malam dan cari tumpangan. Tak ada lagi banjir lokal.
Di rumah baru ini, ada sebuah pengalaman yang tak kalah seru. Ini terjadi pada malam pertama kami menempati rumah itu. Aku tidak bisa tidur karena ketakutan. Tapi, Alhamdulillah semua sudah berjalan seperti biasa.
Aku ingin nikmati rumah baruku. Aku ingin lalui hari dengan mimpi indah di sana. Terima kasih rumahku, di bawahmu aku berteduh, istirahat dan habiskan waktuku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Coment me...