Image Slildeshow

ahza
Cool na? :) Now Learn How to create one by Clicking here


22 Juli 2008

Hari kedua yang indah

Latihan Dasar Kepimpinan (LDK) yang diadakan selama seminggu adalah salah satu kenangan yang sangat berarti bagi Achsa. Di hari pembukaan, Achsa selaku ketua panitia tampak sibuk dengan segala persiapan demi kelancaran acara yang diikuti oleh beberapa siswa dari SLTA dan SLTP tersebut. Dengan kerjasama yang baik antara rekan-rekan panitia, acara pembukaan di hari pertama kegiatan LDK tersebut berjalan lancar. Para peserta tampak puas dan pulang dengan otak yang penuh dengan ilmu baru yang didapat dari pemateri-pemateri yang mengisi acara pada hari pertama.

Tibalah hari kedua, seorang siswi dari SLTA setempat tampak bingung di depan pintu. Setelah salah seorang panitia bertanya maksud dan tujuannya, ternyata dia adalah salah satu peserta yang tidak sempat ikut pada hari pertama kegiatan. Dengan jilbab hitam, baju orange, rok hitam, gadis itu akhirnya masuk dan bergabung dengan peserta lainnya dengan mengambil tempat dekat sebuah tiang gedung penyangga gedung.

Saat pemateri sudah mulai dengan pembeberan materinya, Achsa juga terlihat mulai sibuk merekam para peserta. Saat handycam menyorot salah satu peserta, tiba-tiba Achsa merasa tertarik dengan segala sesuatu yang dimiliki gadis itu. Akhirnya Achsa tak henti-hentinya fokus merekam gadis itu yang tak lain adalah peserta yang tadi datang terlambat dan duduk dekat sebuah tiang.

Tak cukup sampai di situ, Achsa mulai mencari tau nama gadis itu dengan mengecek satu persatu absensi peserta. Tapi Achsa sedikit pusing karena urutan absen tidak beraturan. Namun tak ada kata putus asa dalam kamus Achsa. Dengan segala cara dia lakukan untuk segera tau nama gadis itu. Achsa
benar-benar telah larut dalam penampilan gadis itu. Dengan sedikit ragu, Achsa menyimpulkan nama gadis itu adalah Miya, Nurmiya. Dia menyimpulkan berdasarkan urutan duduk para peserta dan jenis tinta polpen yang digunakan gadis itu. Tapi, Achsa masih sedikit ragu dan menunggu sampai akhir materi tiba.

Setelah sesi pembawaan materi selesai, Achsa selaku panitia mengambil alih acara untuk menginstrusikan istirahat dan menginformasikan kepada para peserta yang terlambat untuk segera melapor. Alangkah terkejutnya dia saat gadis itu datang menghampirinya. Gadis itu menuliskan data pribadinya dalam sebuah formulir. Ternyata benar, Nurmiya nama gadis itu. Usianya 6 tahun terpaut lebih muda dari usianya. Tapi itu bukan masalah, bisik Achsa dalam hati.

Detik demi detik berlalu menjadi menit, menit demi menit berganti jam. Hingga pada akhir acara. Semua seakan berlalu dengan sangat cepat, dan tak sabar menanti acara besok dimulai. Achsa sangat terpesona dengan indah senyum dan tajam mata gadis yang bernama Miya itu memandang. Hingga dia menyempatkan untuk menunggu Miya pulang.

Tapi, seketika bahagia yang bersarang di hatinya hilang dan berubah menjadi sebuah kekecewaan yang teramat dalam saat seorang pria mengendarai sepeda motor datang menghampiri dan menjemput Miya pulang. Achsa tak yakin pria itu adalah pacar Miya dan coba meyakinkan dirinya bahwa pria itu adalah kakak kandungnya. Namun apa yang akhirnya dia ketahui, ternyata pria itu adalah benar pacar Miya.

Achsa akhirnya hanya bisa menahan kecewa yang sedang merasuk jiwanya. Namun Achsa bukanlah seseorang yang gampang patah hati. Dalam hatinya berbisik lirih, meskipun engkau bukan milikku, aku akan tetap kagum padamu dan ijinkan aku tetap menjadi pengagum rahasiamu.

kembali ke ...
anaksebatikindonesia.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Coment me...